tanaman untuk landscape

Pemilihan Jenis Tanaman untuk Lanskap

Jika berbicara tentang lanskap, pasti erat kaitannya dengan tanaman. Di dalam sebuah lanskap, tanaman berfungsi sebagai penyelaras lingkungan, pengendali iklim, pengendali erosi, pengendali pandangan, pengontrol polusi, habitat kehidupan satwa  dan tentunya untuk memberikan nilai estetika atau keindahan. Ada baiknya, ketika memilih jenis tanaman untuk lanskap tidaklah asal-asalan. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengoptimalkan fungsi tanaman untuk menciptakan lanskap yang ideal dan menarik. Nah, kira-kira apa saja jenis tanaman yang cocok untuk lanskap?

Jenis tanaman untuk lanskap dari segi artistik visual dibedakan menjadi tanaman berbatang tunggal ramping dan tinggi seperti kelapa, pinang dan cemara pecut, tanaman dengan daun berbentuk ornamental seperti  palem kuning, dan keladi monstera, tanaman dengan daun berbentuk geometrik seperti cemara, tanaman berbunga banyak seperti mawar, anggrek, geranium, tanaman berstruktur berat yang batang, cabang dan rantingnya besar seperti karet munding, beringin dan trembesi, serta tanaman berdaun lebat seperti flamboyan serta cemara angin, tanaman dengan jenis daun berwarna seperti pusing dan miana. Jenis tanaman dari segi artistik visual cocok untuk dikombinasikan dengan wajah bangunan dan kondisi lingkungan untuk mencapai keindahan yang maksimal.

Dari segi morfologi, tanaman untuk lanskap dibagi ke dalam jenis lumut, rumput, tanaman semusim, perdu, pohon, epifit, parasit dan lain sebagainya. Tanaman dalam jenis ini, akan membantu pemilihan untuk lanskap yang berkaitan dengan panas atau teduh, lembab atau kering, sirkulasi udara bebas atau terhalang, dan lain sebagainya. Jenis tanaman untuk lanskap berdasarkan ukuran dibedakan menjadi, pohon kecil, pohon sedang, pohon besar, semak atau perdu tinggi, semak atau perdu rendah, pohon ornamental dan tanaman penutup tanah. Jenis pohon kecil yang cocok pada halaman yang tidak terllau luas, seperti kamboja, belimbing dan cemara kipas. Pohon sedang tidak cocok untuk halaman yang kecil, contohnya nangka, kisabun dan jambu air. Pohon  besar yang dapat menarik visual, contohnya mahoni, damar dan kihujan. Semak atau perdu tinggi yang berperan sebagai dinding, contohnya kol merak dan nusa indah. Semak sedang digunakan untuk pembatas ruang, contohnya puring, dan kembang sepatu. Pohon ornamental yang cocok berada di dekat pintu gerbang masuk, contohnya cemara norfolk. Dan yang terakhir jenis tanaman penutup tanah contohnya adalah lantana, dan lili paris.

Beberapa jenis tanaman untuk lanskap yang dijelaskan di atas sangat cocok untuk ditanam di sebuah lanskap, karena tanaman-tanaman tersebut termasuk ideal untuk suhu tropis yang ada di Indonesia. Namun, adakalanya suatu jenis tanaman juga tidak dapat tumbuh maksimal karena kondisi lingkungan yang kurang sesuai untuk itu diperlukan suatu perlakuan tertentu. Pemilihan warna tanaman juga perlu dipertimbangkan karena hal itu dapat memberikan nilai estetika yang lebih untuk menciptakan pusat perhatian pada lanskap serta menunjang keindahan suatu bangunan. Jika Anda bingung dalam menentukan tanaman yang tepat, jasa lanskap profesional seperti Carolina’s Garden bisa membantu Anda. Perusahaan ini memang ahlinya dalam hal memuat sebuah lanskap rumah maupun bangunan lainnya.